# Tangisan Anak Petani #
Senyum Raut wajahmu, Mengambang di keabadian Senja,
Hujan yang kau tunggu, ternyata tangisan pedih layaknya
gas air mata yang menggumpal, di keabadian jingga
kini tetes demi tetes air mata membentuk Peta Duka
Subur Ladang Bapak ku' di racuni timbangan palsu,
lahan tanah bapak ku' di garap tikus tanah berdasi,
Pacul bapak ku' kini berkarat tersimpan tak beroperasi,
padahal besi, bisa hancur dimakan nyengat,
Bapak ku hanya memandang lahan yang di garap oknum berdasi,
Mungkin kah ini yang katanya Indonesia Tanah Air Ku,
Bapak ku mati, Tak makan hanya tak tau mencari rejeki, Selain bertani,
Ibu mati tak dapat panen hasil buah tanah negeri,
Aku menangis" berteriak pada luas nya langit
aku menyapa" pada terangnya rembulan
aku bertanya" pada indah nya bintang
Aku mati" karna Kelaparan....
Kota Kerang 23 09 2020
Tanpa Suara


0 komentar:
Posting Komentar