Ufuk Timur Merona Jingga
Disaat Lembayu Mengecup Mentari pagi
satu persatu munajad Do'a Terlantun
Ya.....Robbi Beri kami rejeki
Perlahan sang lembayu di sapu mega
kecamuk dandang bahagia dan derita
berpadu mengisi waktu
dengan gontai lenganku mengayuh pacul
tempat semai padi sumber harapan rejeki ku
Waaahhhh...!
Garang dan lantangnya trikmentari memeras keringat
disekujur tubuh ini, rapuh rasanya tulang belulang ku
tapi..... Aku harus berjuang demi asa di masa depan
sembilan puluh hari aku berembun dengan harapan
sembilan puluh hari tubuh ini di bakar lelah panas mentari, Sembilan puluh hari Niat dan doa kulapaskan.
Semoga hasil panenku berlimpah
Kini bertemulah aku masa yang di nanti
panenku berlimpah syartkan pedati
padiku subur berwujud sukur
namun apa yang harus ku ucap
timbangan berat tak membawa berkat
padi ku di telan wereng berdasi
hama ladangku berwujud / ijon
Hampalah assa ini berjalan ke tanah suci
Enggan niat untuk berbakti
inilah derita kaum petani
Bekerja dengan Hati Untuk di buat Mati
Kota kerang, 17 Juli 2020
Tanpa Suara


0 komentar:
Posting Komentar